Pengawas Madrasah Sosialisasikan Kurikulum Berbasis Cinta, MAN Kota Pariaman Jadi Madrasah Piloting

Gambar : Pengawas Madrasah Kankemenag Kota Pariaman, Satria, menyampaikan sosialisasi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kepada guru dan tenaga kependidikan MAN Kota Pariaman, Kamis (6/8/2026). Sosialisasi ini sebagai tindak lanjut penetapan MAN Kota Pariaman sebagai madrasah piloting KBC.
Pariaman – Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Pariaman, Satria, menggelar sosialisasi terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MAN Kota Pariaman, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan sebagai upaya menyamakan persepsi dalam penerapan kurikulum yang mengedepankan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, dan pembentukan karakter peserta didik.
Dalam paparannya, Satria menyampaikan bahwa MAN Kota Pariaman ditetapkan sebagai madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan Kementerian Agama Kota Pariaman. Penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi madrasah untuk menjadi contoh dalam mengimplementasikan nilai-nilai KBC secara nyata dalam seluruh aspek pembelajaran dan kehidupan madrasah.
"MAN Kota Pariaman dipilih sebagai madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta. Ini merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui budaya madrasah yang mencerminkan nilai-nilai cinta, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama," ujar Satria.
Ia menjelaskan, terdapat tiga indikator utama ketercapaian implementasi KBC, yakni terwujudnya murid yang sejahtera, madrasah ramah anak, dan madrasah ramah lingkungan. Ketiga indikator tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Menurutnya, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya diwujudkan melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Contohnya, membangun komunikasi yang santun antara guru dan peserta didik, menumbuhkan budaya saling menghargai, menghindari segala bentuk perundungan, memperkuat kepedulian sosial, serta membiasakan peserta didik menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan madrasah.
Satria berharap seluruh warga MAN Kota Pariaman dapat berperan aktif dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sehingga madrasah mampu menjadi model penerapan KBC yang berhasil serta melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan.





